Rabu, 20 September 2017

Cuci Darah Pada Gagal Ginjal Hanya Untuk Kondisi Tertentu

Cuci darah pada gagal ginjal atau hemodialisis merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk membersihkan racun karena ginjal tidak lagi mampu untuk menyaring racun-racun tersebut dalam tubuh. Cuci darah merupakan tindakan medis yang dilakukan sebagai terapi atau treatment bagi orang yang mengalami gagal ginjal dalam kondisi tertentu. Peluang perbaikan yang dilakukan melalui proses cuci darah tergantung pada tingkat keparahan gagal ginjal yang dialami. Akan tetapi sebenarnya tubuh kita telah memiliki fungsi untuk melakukan cuci darah secara alami. Terjadinya gangguan gagal ginjal yang cukup parah memerlukan bantuan mesin atau alat tertentu untuk melakukan cuci darah.

Cuci Darah Pada Gagal Ginjal

Metode Pencucian Darah

Jika seseorang akan melakukan cuci darah ada 2 metode yang dapat dipilih yaitu:
1.Metode hemodialisis

Metode ini merupakan metode cuci darah yang paling banyak dikenal. Prosedur cuci darah hemodialisis dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Proses ini dilakukan dengan dia selang yang terhubung pada mesin penyaring. Selang pertama berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh menuju mesin penyaring. Sedangkan selang kedua berfungsi untuk mengalirkan darah menuju tubuh setelah disaring oleh mesin penyaring. Proses ini akan membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

2.Metode peritoneal dialisis

Yang membedakan metode ini dengan metode hemodialisis adalah pada metode peritoneal dialisis proses cuci darah tidak menggunakan mesin penyaring. Metode ini menggunakan peritoneum yaitu lapisan dalam perut yang memiliki ribuan pembuluh darah kecil yang dapat berfungsi untuk melakukan penyaringan terhadap darah. Proses ini dimulai dengan memberikan sayatan kecil didekat pusar. Sayatan kecil ini berfungsi sebagai jalan masuk keteter yang akan ditinggalkan secara permanen di dalam perut. Cairan dialisat yang memiliki kandungan gula tinggi akan dimasukkan ke dalam perut dengan tujuan untuk menarik sampah dan kelebihan cairan yang berasal dari pembuluh dara sekitar ke dalam perut. Kemudian cairan dialisat yang telah mengandung sampah dialirkan ke kantong khusus untuk dibuang kemudian diganti dengan cairan segar. Keuntungan dari menggunakan metode peritoneal dialisis adalah kegiatan cuci darah dapat dilakukan di rumah dan biasanya pada saat pasien tidur.

Kondisi gagal ginjal yang memerlukan cuci darah

Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita gagal ginjal kronik dan gagal ginjal akut. Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan dimana seseorang telah mengalami kerusakan ginjal selama 3 bulan atau lebih. Dengan catatan kerusakan ini terjadi secara fungsional maupun abnormalitas struktural ginjal. Penderita gagal ginjal kronik sampai ke pada tahap cuci darah bersifat irreversible dan bertahap secara progresif. Biasanya mereka akan melakukan cuci darah seumur hidup karena kerusakan ginjal yang telah cukup lama dialami.

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut merupakan suatu keadaan dimana penurunan fungsi ginjal terjadi secara tiba-tiba padahal sebelumnya dalam keadaan normal. Tidak semua kasus gagal ginjal akut perlu dilakukan cuci darah. Penderita gagal ginjal akut dapat sembuh jika penyebab gagal ginjal dapat diobati. Untuk itu mereka tidak akan melakukan cuci darah seumur hidup.

Beberapa hal yang akan dirasakan oleh orang yang melakukan cuci darah beragam. Ada diantaranya yang akan merasakan pusing, mual, kram pada otot dan lemas karena penurunan tekanan darah. Cuci darah bukan merupakan halangan untuk beraktifitas. Beberapa orang masih masih melakukan aktifitas normal dan memiliki kualitas hidup yang baik meskipun rutin melakukan cuci darah. Untuk itu jangan pernah takut melakukan proses cuci darah pada gagal ginjal.



EmoticonEmoticon